Sing Waras Ngalah

Itu adalah ungkapan yang biasanya disuguhkan untuk mengakhiri perdebatan. Ya, give in (mengalah), bukan give up (menyerah)! He... Lha, apa bedanya?

Kalau ‘mengalah’ itu sebuah kondisi menyengaja diri menjadi kalah. Bukan berarti sudah tidak berdaya, namun justru dayanya masih banyak. Namun menahan diri jadi pilihan. Dengan pertimbangan tertentu, ia tidak melarutkan diri dalam sebuah kondisi yang menurutnya sia-sia.

Maka hal ini amat kontras dengan kata ‘menyerah’. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa seseorang telah kehabisan daya, tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuk menghadapi sebuah kondisi. Tiada pilihan lain, selain melarutkan diri dalam keadaan yang menderanya.

Nah, terkait ungkapan “Sing waras ngalah”, saya tertarik untuk menyoalnya. Pernyataan ini tampak mewakili sebuah kondisi superioritas, yaitu mengalah. Bukannya kondisi inferior, yaitu menyerah. Dari pernyataan tersebut, kita mendapat kesan bahwa yang mengalah itu waras, sedangkan yang tidak itu sebaliknya. Apakah sepenuhnya benar demikian?

Dengan mantap saya katakan, “Belum tentu!!” (dengan 2 tanda seru). Pernyataan tersebut bisa jadi sebuah dalih saja untuk menarik diri dari sebuah kondisi yang sudah tidak membuat nyaman. Itu persoalannya. Kenyamanan tersebut belum tentu berkonotasi positif.

Dalam sebuah perdebatan, setelah menggelinding sedemikian rupa dengan bermacam celoteh, maka “Sing waras ngalah” bisa jadi senjata pamungkas. Tepatnya ketika sudah merasa tidak mampu lagi meladeni perdebatan yang kian menukik, semakin tajam dan lalu tampak menyudutkan diri.

Dalam kondisi seperti itu, tepatlah meluncurkan senjata ampuh “Sing waras ngalah”. Lalu berlalu saja sambil menutup telinga dan memejamkan mata dari perdebatan yang sedang berlangsung sengit. Hehe, kabur nih ye...

Maka berhati-hatilah. Menggunakan ungkapan “Sing waras ngalah” belum tentu benar-benar mewakili sebuah kewarasan. Ungkapan ini akan benar jika lawan telah diidentifikasi bahwa yang bersangkutan "tidak waras" (dalam tanda kutip). He... Jadi lihat dulu konteksnya, bro! [*]
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

Bagi pengunjung yang tidak menggunakan akun facebook, silakan berkomentar di sini. Terima kasih atas kunjungan dan respons Anda. :-)

 
Dukungan Teknis : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kang Hermanto - All Rights Reserved
Disponsori oleh Sego Burger dan Protokola Consulting
Dipersembahkan oleh Blogger